Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Rabu, menegaskan dukungan AS terhadap Israel dan memperingatkan bahwa permohonan Palestina untuk menjadi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan tindakan sepihak dan karenanya tidak akan terwujud.
"Komitmen Amerika bagi keamanan Israel tidak akan goyah. Amerika dan Israel memiliki persahabatan yang dalam dan akan terus berlanjut," kata Obama dikutip BBC.
"Komitmen Amerika bagi keamanan Israel tidak akan goyah. Amerika dan Israel memiliki persahabatan yang dalam dan akan terus berlanjut," kata Obama dikutip BBC.
Pernyataan ini disampaikan saat menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum ke-66 PBB di Markas Besar PBB, New York.
Dalam pidatonya ia kembali menegaskan sikapnya menentang pengakuan kedaulatan Palestina di forum PBB.
Obama juga mengatakan, tidak ada jalan pintas menuju perdamaian bagi Palestina-Israel.
Pidato Obama ini semakin mempertegas niat AS untuk mengganjal Palestina di Dewan Keamanan dengan menggunakan hak veto.
Resolusi hanya dapat disahkan jika setidaknya sembilan negara memberikan suara mendukung dan tidak ada veto dari satupun anggota tetap Dewan Keamanan.
AS bersikeras bahwa negara Palestina merdeka dan berdaulat hanya dapat terwujud jika Palestina dan Israel mencapai kesepakatan melalui proses perundingan perdamaian.
"Perdamaian... harus dicapai melalui perundingan. Dengan melakukan tindakan sepihak di PBB, Palestina tidak akan menjadi sebuah negara ataupun menentukan hak rakyatnya sendiri," kata Obama.
Orang-orang Israel dan Palestina lah yang harus mencapai kata sepakat, bukan kita di sini," tegas Obama. Ini sangat bertolak belakang dengan berbagai kebijakan Amerika dalam mengurusi negeri lain, termasuk memutuskan tindakan militer pada Libya.
Resolusi hanya dapat disahkan jika setidaknya sembilan negara memberikan suara mendukung dan tidak ada veto dari satupun anggota tetap Dewan Keamanan.
AS bersikeras bahwa negara Palestina merdeka dan berdaulat hanya dapat terwujud jika Palestina dan Israel mencapai kesepakatan melalui proses perundingan perdamaian.
"Perdamaian... harus dicapai melalui perundingan. Dengan melakukan tindakan sepihak di PBB, Palestina tidak akan menjadi sebuah negara ataupun menentukan hak rakyatnya sendiri," kata Obama.
Orang-orang Israel dan Palestina lah yang harus mencapai kata sepakat, bukan kita di sini," tegas Obama. Ini sangat bertolak belakang dengan berbagai kebijakan Amerika dalam mengurusi negeri lain, termasuk memutuskan tindakan militer pada Libya.
Turut hadir di sana Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas dan para anggota otoritas.*
Sumber : Hidayatullah.com
Sumber : Hidayatullah.com
0 komentar:
Post a Comment